Dalam setahun ini saya sudah membaca 2 artikel tentang bayi yang dibuang. Dua artikel, dua bayi sudah cukup banyak menurut saya. Entah berapa banyak berita yang orang-orang lain baca, atau berapa banyak yang terjadi di luar sana. Astaghfirullah.
Bayi-bayi ini kemudian hidup, sehat wal’afiat namun kehilangan asupan paling vital bagi mereka yaitu ASI. Dilansir dari surya.co.id, data terakhir dari Kementerian PPPA mencatat bayi terlantar di Indonesia mencapai 1,4 juta atau 5,83 persen dari total balita yang ada. Termasuk pula di dalamnya bayi yang masih dalam usia menyusui.
Bayi-bayi ini kemudian dipelihara di yayasan-yayasan, panti asuhan, atau diambil alih pengasuhannya oleh sebuah keluarga. Namun tetap, kesulitan mereka tetap sama: sukar bahkan tidak mungkin mendapatkan ASI.
Ada banyak bayi yang sukar mendapatkan ASI |
Sebenarnya tidak hanya bayi-bayi yang dibuang atau sengaja ditelantarkan. Ada pula anak-anak kecil yang tidak memungkinkan disusui oleh ibu kandung mereka. Seperti pengalaman pahit yang dialami oleh keluarga saya (yang seorang pria) adalah, ia ditinggal mati oleh istrinya dengan anak yang masih bayi.
Kesukaran memberi ASI juga dialami beberapa orang yang saya kenal. Mereka adalah ibu yang siap berbagi kehidupan dengan bayinya, namun entah mengapa beragam kasus membuat ASI mereka tidak dapat keluar.
Padahal, sudah jamak diketahui ASI adalah makanan vital bagi bayi. Nutrisi utama dan pertama yang tiada tertandingi.
Sisi Lain
Di satu sisi ada banyak pula Ibu-ibu menyusui yang mampu menghasilkan ASI secara maksimal, atau dalam kasus lain produktivitas ASI mereka berlebih.
Dari berbagai referensi kisah di masa silam, bayi-bayi di masa lampau yang tidak dapat disusui, biasanya akan diberikan kepada Ibu-ibu yang bersedia menyusui mereka dengan kompensasi tertentu. Jadi mengapa tidak dilakukan pada zaman sekarang?
Pemikiran ini kemudian merujuk kepada sebuah aplikasi. Maksud saya, bagaimana bila dipertemukan saja antara minus dan plus ASI ini dalam sebuah aplikasi? Karena mencari satu persatu rasanya terlalu makan waktu.
Ide aplikasi ini terkait dengan respon positif masyarakat terhadap perkembangan teknologi, khususnya penggunaan smartphone.
Ide aplikasi ini juga terkait dengan kontes inovasi dari Indosat Ooredoo yakni IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest) yang pada tahun 2017 ini menjadi ke-11 kalinya. Untuk selanjutnya disebut IWIC 11.
Makna AplikASIh
AplikASIh atau Aplikasi Kasih ASI adalah Aplikasi untuk mempertemukan antara bayi yang membutuhkan ASI dengan para Ibu yang mampu menghasilkan ASI secara produktif.
Cara Kerja
Karena pemberian ASI kepada bayi yang bukan anak kandung tidak bisa sembarangan, faktor dominan yang terikat adalah agama dan kesehatan. Maka, tugas aplikasi ini adalah mendata bayi dan ibu yang siap memberi ASInya secara akurat. Para penginput data pun sangat diharapkan bertindak jujur. Selain agama dan kesehatan, domisili pun menjadi tantangan selanjutnya. Karena itu aplikasi ini bisa memanfaatkan GPS atau memiliki AI (Artificial Intelligence) dalam pencarian datanya. Aplikasi ini juga mampu terhubung ke email para pengguna.
Harapan-harapan
Ide AplikASIh ini diharapkan tidak hanya mampu mempertemukan bayi-bayi berkebutuhan dengan ASInya, namun juga mampu menjadi support system bagi ibu-ibu yang kekurangan ASI, atau tidak mampu mengeluarkan ASI. Fakta di lapangan menunjukkan adanya tingkat stress yang berlebih pada sebagian besar para ibu pasca melahirkan. Hal ini dikatakan bisa mengganggu kelancaran ASI para ibu. Stress para Ibu bukan hanya karena ketidakmampuan memberikan ASI atau kondisi tubuh pasca melahirkan, tapi bisa juga bersumber dari faktor luar seperti keluarga yang kurang mampu berkomunikasi secara baik atau pun tekanan lingkungan.
Harapan lain, aplikasi ini juga nantinya bisa memiliki rekam jejak (berupa data), mengingat bayi-bayi yang dipersusui dari ASI yang sama disebut sebagai saudara sepersusuan.
SEKALI LAGI, ini adalah aplikasi ide yang masih berupa wacana yang butuh dikembangkan lebih lanjut. Siapa pun bisa memiliki ide inovasi.
YA, SIAPA PUN BISA MEMILIKI IDE INOVASI
DAFTARKAN IDE KALIAN DI : bit.ly/iwic11
BATAS AKHIR 20 November 2017
Buat teman-teman yang punya ide terkait aplikasi bisa menuangkannya di IWIC 11. Ide bisa berupa apapun kok, tidak mesti tentang Ibu dan Anak. Mungkin ada yang punya ide pembuatan aplikasi tentang entertainment, media, kesehatan, kebutuhan khusus, atau pun game. Apa pun saja selama tidak bersinggungan dengan SARA dan pornografi, okey.
Caranya bagaimana?
Cukup daftarkan idemu di FORM REGISTRASI IWIC 11 sertakan gambar atau proposal bila memungkinkan, untuk kebutuhan visual agar ide aplikasimu mampu dipahami.
Oya, inovasi ide ini tidak sia-sia lho. Ada jutaan hadiah yang dapat dimenangkan, info selanjutnya bisa dilihat di http://iwic.indosatooredoo.com
Ide teman-teman nggak perlu setinggi-tingginya atau serumit-rumitnya, asalkan berkeinginan kuat untuk berkontribusi, siap dan lanjutkan.
Nah, ini cerita saya. Saya tunggu ide teman-teman.
Boleh taruh di komentar yang ingin berbagi :)
Terimakasih ya,
salam.
Aplikasi ini inovatif dan mempercepat bayi mendapatkan kebutuhan ASI.
BalasHapusAplikasi untuk Indonesia yabg lebih sehat nih... bayi-bayi terjamin ASI nya
BalasHapusAh iya banget nih Mba. Banyak bayi yang nggak bisa dapet ASI, ada juga ibu yang malah kelebihan ASI (apalagi in case ibu yang bayinya meninggal, hiks). Dengan aplikasi ini bisa saling memberi manfaat ya. Keren idenya, Mba Lidha.
BalasHapusYg kuingat dari kisah2 dulu, bayi2 yg gak dapat ASI, dicarikan ibu susuan, yg memang ditunjuk atau bersedia.
HapusBagus banget ini idenya, Mbak.
BalasHapusSejauh ini informasi tentang donor asi dan yang membutuhkan cuma di forum-forum atau broadcast. Kadang khawatir kevalidan infonya. Kalo sudah ada aplikasi mungkin bisa memudahkan buat yang ga tergabung di forum sekaligus bisa difilter kevalidan akunnya.
Nah, setahu saya juga ini masih ada di forum2 dan saya pernah mencari forumnya ternyata kesulitan, pas dapat udah sepi.
Hapusbanyak inovasi baru sejak adanya iwic.. ter-iwic-iwic :p
BalasHapusHahahahahahahahahahaha
HapusMulia sekali idenya, Kak. Hehehe... Iya aku tahu betul gimana rasanya jadi buibu yang perlu ASI pasokan, save the baby (inih!). Semoga terwujud, ya. Salam kenal, Kak Lidha.
BalasHapusSalam kenal juga ya Lanny.
HapusTerimakasih, semoga terealisasi dengan sangat baik dan dapat membantu
waaah...aku juga ikutan IWIC. semoga menang ya mbak...
BalasHapusOya? Wah terimakasih ya :)
HapusWaah baru tau ttg Iwic mbak. Betul banget mbak disisi lain banyak yang harus dipertimbangkan terutama agama
BalasHapusAyo, Rahma buruan ikut. Gak pake nulis blog gak apa2 kok.
HapusBiasanya anak muda, banyak ide
Ide kreatif yang bermanfaat. Moga2 makin banyak yang bisa sumbang ide2
BalasHapusBagus juga nih IWIC. Yakin sih di luar sana banyak ide2 inovatif yg mungkin kalo diseriusin nantinya bisa sangat membantu orang2 lain :) . Ide asi nya boleh jg mba.. Dulu akupun dpt asi dr donor, tp untungnya dr kaka iparku yg memang banyak bgt asi nya, dan anaknya pun sama2 cowo. Jd ga terlalu ribet mikir ini itunya..
BalasHapusWah syukur ya mbak, dimudahkan mencari ASI :)
HapusSemoga menang ya mbakk :)
BalasHapusMantap semoga sukses yah. kan bayi itu di sarankan untuk minum ASI secara eklusif selama 6 bulan
BalasHapusSuka bgd sm idenya Mbk. Sukses yak. Amin
BalasHapusSemoga idenya membawa banyak berkah dan manfaat! Saya yakin bisa diterapkan banget mba.. tentunya dengan mempertimbangkan aspek terkait lainnya yaaa...
BalasHapusIdenya keren. Semoga menang Mba :)
BalasHapus